Dalam pameran survei Arahmaiani, Masa Lalu Belumlah Berlalu (The Past has not Passed), pengunjung dapat mengalami lebih dari 70 karya sang seniman yang diciptakan mulai tahun 1980an hingga kini, serta penampilan beberapa karya performansnya yang signifikan, juga berbagai arsip yang menjelaskan pembentukan identitasnya sebagai seniman. Pameran ini memberikan gambaran tentang berbagai fase kekaryaan Arahmaiani, salah satu seniman perempuan Indonesia yang penting namun cenderung “dilupakan” sejarah Indonesia. Pameran di Museum MACAN ini merupakan pameran survei Arahmaiani pertama di Indonesia, setelah banyak karyanya ditampilkan dalam ajang-ajang seni bergengsi dunia, termasuk Asia-Pacific Triennial ke-2 (1996), Gwangju Biennale ke-4 (2002) dan Venice Biennale ke-50 (2003).


Arahmaiani adalah seorang seniman, penulis dan aktivis yang berkarya lewat berbagai medium – termasuk lukisan, seni performans, instalasi serta puisi. Banyak dari karyanya yang bermuatan politik, ekonomi, dan lingkungan menyuarakan isu-isu lokal maupun global; termasuk konsumerisme, religi serta imaji perempuan dalam budaya kontemporer. Relevansinya sebagai seniman membuat Arahmaiani dihargai, bahkan dijadikan bahan studi, di berbagai belahan dunia. Museum MACAN telah menampilkan karya-karya Arahmaiani dalam ajang First Sight (September 2017) dan pameran Seni Berubah. Dunia Berubah (November 2017 – Maret 2018).


Ikuti kanal-kanal media sosial kami dan daftarkan diri Anda dalam milis kami untuk info terbaru seputar pameran.


(foto: Arahmaiani, Handle Without Care, 1996/1997, penampilan di Asia Pacific Triennial ke-2, Queensland Gallery of Modern Art, Brisbane, Australia, 1996)

Daftarkan diri Anda untuk menerima newsletter Museum MACAN

Ikuti perkembangan terkini tentang Museum MACAN.
Dapatkan newsletter bulanan untuk pameran
dan program publik yang akan datang.