Gali lebih dalam bagaimana keselarasan antara alam, multisensori, dan arsitektur dapat bersatu. Mari bergabung dalam sesi bincang proses kreatif di balik Ruang Seni Anak: UMA bersama Ibu Arsitek!
Sehari Bersama Ibu Arsitek! digagas sebagai rangkaian dari program publik Ruang Seni Anak Museum MACAN – Ibu Arsitek: UMA.
Dalam format diskusi santai, audiens akan mendapatkan kesempatan untuk mengetahui lebih dalam proses di balik terbentuknya UMA yang hadir sebagai jembatan antara manusia dan alam, perkotaan dan pedesaan, leluhur dan penerus, serta tradisi dan kebaruan. Bagaimana suatu ruang dapat dieksplorasi lebih dalam oleh anak-anak mengenai keragaman arsitektur tradisional, bentang alam, tumbuhan, hewan, hingga panca indera mereka.
Sebagai pembuka, Nin Djani selaku Kurator Edukasi dan Program Publik akan memperkenalkan konsep awal hadirnya Ruang Seni Anak edisi pameran Olafur Eliasson: Your curious journey dan Ibu Arsitek. Sesi selanjutnya akan dilanjutkan oleh Osrithalita Gabriela, Anissa Santoso, dan Fauzia Evanindya selaku Founder dan tim Ibu Arsitek yang akan berbagi pengalaman tentang proses artistik di balik Ruang Seni Anak: UMA dan pengalamannya berkarya sebagai komunitas perempuan arsitek di Indonesia. Rangkaian program publik ini ditutup dengan tur spesial Ruang Seni Anak: UMA bersama Ibu Arsitek.
Wicara publik ini cocok untuk audiens remaja dan dewasa. Sesi akan disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan dapat diakses dengan tiket masuk Museum MACAN yang berlaku.
Rincian Program
Sabtu, 31 Januari 2026 14.00–15.30 WIB Ruang Gagasan Museum MACAN
Program ini dapat diakses publik menggunakan tiket museum yang berlaku.
Ibu Arsitek adalah sebuah komunitas perempuan arsitek di Indonesia yang diinisiasi pada Hari Ibu Nasional, tanggal 22 Desember 2018. Ibu Arsitek bertujuan menjadi rumah yang saling menghubungkan dan mendukung para perempuan yang mencintai dan memilih karir di dunia arsitektur dengan segala tantangan stigma perempuan di dunia kerja, hingga pembagian peran dalam berkarir dan berkeluarga.
Representasi menjadi sangat penting dalam memperjuangkan posisi perempuan di dunia arsitektur. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak praktik arsitektur yang dipimpin oleh perempuan. Cara berpraktik yang semakin beragam, membuka kesempatan baru bagi individu maupun kolektif yang melibatkan perempuan, tidak lagi hanya didominasi oleh figur laki-laki. Harapannya di masa yang akan datang, representasi dalam dunia profesi akan terus meningkat, dan keberlanjutan komunitas Ibu Arsitek diharapkan dapat memberikan dampak yang berarti untuk lingkung bangun yang lebih ramah dan inklusif bagi semua.