Seniman media baru dan pembuat film asal Indonesia, Riar Rizaldi, akan menghadirkan Period Piece, pameran museum pertamanya di Indonesia.
13.06–04.10.2026
Tentang Pameran
Seniman media baru dan pembuat film asal Indonesia, Riar Rizaldi, akan menghadirkan Period Piece, pameran museum pertamanya di Indonesia, setelah perjalanan karier internasional yang membawa karyanya dipresentasikan di MoMA New York, Centre Pompidou Paris, Venice Architecture Biennale, serta festival film besar seperti Berlinale, Locarno, Viennale, dan BFI London. Dikenal melalui praktik yang berada di persimpangan teknologi, sejarah kolonial, dan lanskap industri ekstraktif di Asia Tenggara, Rizaldi membawa eksplorasi tersebut ke dalam konteks yang lebih personal melalui pameran yang berpusat pada bioskop—sebagai ruang ingatan, penyimpan sejarah yang kerap terlupakan, sekaligus lensa kritis untuk menelaah waktu.
Pameran ini berfokus pada Bioskop Akhir Zaman (2026), sebuah instalasi baru yang dikomisikan khusus untuk Museum MACAN. Berangkat dari ingatan pribadi sang seniman terhadap Pasundan Theatre di Bandung—bioskop tempat ia pertama kali mengenal gambar bergerak saat kecil pada era 1990-an—karya ini membayangkan kembali lobi bioskop tersebut sebagai ruang di mana waktu seolah berhenti secara mendadak dan spekulatif.
Karya ini dipresentasikan bersama dua karya video lainnya: Fanfictie: Volcanology (2025), yang mengeksplorasi pertemuan antara sains kolonial Belanda abad ke-19 dan kosmologi Jawa melalui sosok ahli geologi Franz Wilhelm Junghuhn; serta Tropenkolder (2026), yang awalnya dikomisikan oleh Eyefilmmuseum Amsterdam dan meninjau kembali arsip film phantom ride yang direkam dari kereta di Hindia Belanda untuk membahas hubungan antara sinema, kerja, dan pemogokan pekerja kereta api tahun 1923. Bersama-sama, ketiga karya ini menelusuri bagaimana masa lalu tertanam dalam sistem teknologi dan industri, serta terus muncul kembali dalam bentuk-bentuk yang tak terduga.
Tentang Perupa
Riar Rizaldi berkarya sebagai seniman dan sineas. Praktik artistiknya mengeksplorasi hubungan antara sains, teknologi, tenaga kerja, dan alam, serta berbagai cara pandang yang saling bersinggungan, sinema bergenre, dan kemungkinan-kemungkinan dalam fiksi teoretis.
Karyanya telah dipresentasikan di berbagai festival film internasional, termasuk Berlinale, Locarno, IFFR, FID Marseille, Viennale, BFI London, Cinema du Réel, Vancouver, dan lainnya, serta di Singapore Biennale (2025), Thailand Biennale (2025), Museum of Modern Art New York (2024), Whitney Biennial (2024), Taipei Biennial (2023), Istanbul Biennial (2022 & 2025), Venice Architecture Biennale (2021), Biennale Jogja (2021), Centre Pompidou Paris (2021), National Gallery of Indonesia (2019), dan berbagai institusi serta ruang seni lainnya.
Pameran tunggal dan program fokus terbaru karyanya telah diselenggarakan di Almanac, Turin, Italia (2025); Gasworks, London, Inggris (2024); Institute of Contemporary Arts, London, Inggris (2024); Z33 – House for Contemporary Art, Design & Architecture, Hasselt, Belgia (2024); Centre de la Photographie Genève (2023); serta Batalha Centro de Cinema, Porto, Portugal (2023), dan lainnya.
Daftarkan diri Anda untuk menerima newsletter Museum MACAN
Ikuti perkembangan terkini tentang Museum MACAN. Dapatkan newsletter bulanan untuk pameran dan program publik mendatang.