Public Talk | Imaginal Machines: A Conversation with Riar Rizaldi & Luigi Monteanni

Loading...

Dukung Pameran & Program Tiket

Diskusi

Imaginal Machines: Sebuah Percakapan bersama Riar Rizaldi & Luigi Monteanni

Dialog ini mempertemukan para pakar Indonesia dan Italia di bidang film, musik, industrialisasi, dan bagaimana praktik-praktik budaya ini mencerminkan sejarah yang lebih luas tentang perburuhan dan perubahan sosial.

16.09.2026

Tentang Pembicara

Riar Rizaldi berkarya sebagai seniman dan sineas. Praktik artistiknya mengeksplorasi hubungan antara sains, teknologi, tenaga kerja, dan alam, serta berbagai cara pandang yang saling bersinggungan, sinema bergenre, dan kemungkinan-kemungkinan dalam fiksi teoretis.

Karyanya telah dipresentasikan di berbagai festival film internasional, termasuk Berlinale, Locarno, IFFR, FID Marseille, Viennale, BFI London, Cinema du Réel, Vancouver, dan lainnya, serta di Singapore Biennale (2025), Thailand Biennale (2025), Museum of Modern Art New York (2024), Whitney Biennial (2024), Taipei Biennial (2023), Istanbul Biennial (2022 & 2025), Venice Architecture Biennale (2021), Biennale Jogja (2021), Centre Pompidou Paris (2021), National Gallery of Indonesia (2019), dan berbagai institusi serta ruang seni lainnya.

Pameran tunggal dan program fokus terbaru karyanya telah diselenggarakan di Almanac, Turin, Italia (2025); Gasworks, London, Inggris (2024); Institute of Contemporary Arts, London, Inggris (2024); Z33 – House for Contemporary Art, Design & Architecture, Hasselt, Belgia (2024); Centre de la Photographie Genève (2023); serta Batalha Centro de Cinema, Porto, Portugal (2023), dan lainnya.

Tentang Pembicara

Luigi Monteanni adalah seorang peneliti suara dan seniman yang tertarik pada hubungan antara komunitas musik underground, tradisi daerah, folklor, dan praktik perekaman. Ia sedang menyelesaikan gelar PhD di bidang Etnomusikologi di SOAS, dengan menganalisis proses indigenisasi musik metal ekstrem di Bandung, Indonesia, melalui teori model, ekologi, dan ekosistem sonik (bunyi). Ia juga merupakan anggota aktif British Forum for Ethnomusicology dan pernah menjadi peneliti tamu di ISBI Bandung serta CRiSAP London.

Sebagai musisi, ia turut mendirikan duo Babau dan label Artetetra pada tahun 2014. Kedua proyek ini mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan musikal dari folklor digital dan eksotisme internet di era globalisasi lanjut, dengan istilah yang bernada satire, “fifth world music” (musik dunia kelima). Ia telah tampil serta mempresentasikan instalasi dan kuliah umum di berbagai festival dan institusi, termasuk Terraforma, UH Fest, Saturnalia, Museo Madre, MK&G Hamburg, Triennale Museum, dan Club to Club, serta telah berkolaborasi dengan seniman-seniman seperti Tarawangsawelas, Heith, dan Lord Spikeheart. Bab tulisan dan artikelnya telah diterbitkan oleh, antara lain, Norient, Zer0 Books, Spiral House, CTM Magazine, Routledge, dan University of Montreal.

Daftarkan diri Anda untuk menerima newsletter Museum MACAN

Ikuti perkembangan terkini tentang Museum MACAN. Dapatkan newsletter bulanan untuk pameran dan program publik mendatang.