Jelajahi Mawas Wawas, sebuah ruang untuk merasakan, mendengarkan, dan menyadari berbagai keberadaan di sekitar kita.
14.11.2026 - 04.04.2027
Tentang Ruang Seni Anak
Proyek seri komisi Ruang Seni Anak Museum MACAN mempersembahkan 'Mawas Wawas', sebuah ruang instalasi karya Mira Rizki yang mengajak kita mengenali berbagai bentuk kehidupan dan keberadaan melalui bunyi dan getar.
'Mawas Wawas' mengajak kita melihat kembali posisi manusia di tengah lingkungan yang terus bergerak dan berubah. Manusia bukanlah pusat dari orientasi kehidupan di bumi, melainkan bagian dari relasi yang terbentuk antara tubuh, makhluk hidup, benda dan berbagai proses alam. Tubuh dan indra menjadi titik awal untuk mengenali dan menjadi bagian dari hubungan tersebut: melalui getaran yang kita rasakan, bunyi yang kita dengar, dan jejak yang kita tinggalkan. Dengan memberi perhatian pada pengalaman-pengalaman kecil ini, kita dapat memahami bahwa keberadaan kita selalu bersinggungan dengan berbagai keberadaan dan kehidupan lain di bumi.
Ruang instalasi ini mengajak kita merenungkan beberapa pertanyaan:
- Bagaimana kita merasakan dan memahami berbagai bentuk keberadaan di sekitar kita? - Bagaimana kita belajar untuk benar-benar hadir ketika mengalami berbagai fenomena alam? - Sejauh mana kita menyadari bahwa setiap interaksi kita meninggalkan jejak di bumi?
'Mawas Wawas' mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak, merasakan, mendengarkan, dan memperhatikan tanda serta gejala yang hadir melalui bunyi dan getaran.
Setelah mengalami getaran dan bebunyian di kolam pasir, pengunjung dapat menciptakan pola pada Lempeng Jejak yang kemudian disematkan pada sebuah wadah persinggahan. Jejak-jejak ini perlahan membentuk instalasi Lampion Singgah yang terus berkembang selama durasi pameran. Setiap jejak merekam pertemuan antara tubuh, bahan, dan ruang, sekaligus memperlihatkan bagaimana kehadiran kita dapat meninggalkan perubahan pada lingkungan sekitar kita.
Instalasi ruang yang dihasilkan selama pameran berlangsung akan dikembangkan sebagai arsip dan/atau menjadi bagian dari karya Mira Rizki lainnya setelah proyek ini berakhir.
Tentang Perupa
Mira Rizki (l. Bandung, 1994) adalah seniman multidisiplin yang praktiknya berfokus pada bunyi, getaran, dan proses menyimak. Praktiknya mengeksplorasi bagaimana bunyi hadir di antara tubuh, material, ruang, ingatan, dan waktu, tidak sekadar sebagai fenomena auditori, tetapi sebagai kekuatan fisik dan relasional.
Pengalamannya bertumbuh dan beraktivitas di Priangan membentuk ketertarikannya untuk mengolah bunyi, perangkat interaktif, material efemeral, serta instalasi spasial. Melalui bentang bunyi dan karya yang merespons ruang, ia menciptakan situasi sonik imersif yang mengundang penyimak untuk mengonsiderasi kembali relasinya dengan lingkungan.
Dalam karya-karya Mira, bunyi kerap hadir sebagai medium politis tak kasatmata. Ia mengkaji bagaimana pengalaman, sejarah, serta pengetahuan individu maupun kolektif dibentuk oleh kondisi sosial dan lingkungan yang berlaku.
Mira tinggal dan beraktivitas di Bandung dan Lembang, Indonesia.
Potret Mira Rizki Foto oleh Maruto Ardi
Daftarkan diri Anda untuk menerima newsletter Museum MACAN
Ikuti perkembangan terkini tentang Museum MACAN. Dapatkan newsletter bulanan untuk pameran dan program publik mendatang.