Diskusi
PAMERAN ARSITEKTUR: Representasi, Relevansi, Urgensi
Bertepatan dengan penayangan instalasi video Ketukangan—bagian dari Indonesia Pavilion pada Venice Architecture Biennale 2014—dalam pameran Menelan Cakrawala di Museum MACAN, Museum Arsitektur Indonesia mengajak publik untuk mengikuti diskusi luring mengenai representasi, produksi pengetahuan, serta relevansi dan urgensi pameran dalam wacana arsitektur hari ini.
13.09.2026
Tentang Pembicara
Setiadi Sopandi menyelesaikan pendidikan di Departemen Arsitektur, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, dan meraih gelar Sarjana Arsitektur pada 1998. Pada 2002, ia memperoleh gelar M.A. dari Departemen Arsitektur, School of Design & Environment, National University of Singapore.
Ia merupakan arsitek bersertifikat dan berlisensi, serta salah satu prinsipal di Indra Tata Adilaras yang berbasis di Bogor, Indonesia. Praktiknya mencakup berbagai layanan dan jenis proyek arsitektur, mulai dari rumah tinggal, pengembangan perumahan, fasilitas perhotelan dan resor, bangunan komersial, fasilitas pendidikan, pelestarian warisan budaya, bangunan kebudayaan dan industri, hingga pengembangan konten artistik dan ilmiah untuk pameran dan museum.
Sejak 2007, ia aktif terlibat dalam riset, penerbitan, kurasi, dan pengarsipan, dengan perhatian khusus pada modernisme, warisan arsitektur modern, serta wacana seni dan arsitektur kontemporer di Indonesia dan Asia Tenggara. Ia berafiliasi dengan Modern Asian Architecture Network (mAAN) dan belakangan terlibat dalam mASEANa Project.
Setiadi merupakan salah satu pendiri dan saat ini menjabat sebagai Direktur Museum Arsitektur Indonesia (arsitekturindonesia.org), yang dikelola oleh Indonesian Architecture Museum Foundation, satu-satunya institusi di Indonesia yang secara khusus didedikasikan untuk pengarsipan arsitektur.
Tentang Pembicara
Angeline Basuki menempuh pendidikan arsitektur di Universitas Pelita Harapan (UPH), kemudian meraih gelar magister dalam bidang Heritage Management dari University of Kent dan Athens University of Economics and Business di Athena, Yunani. Sejak 2015, ia mengelola berbagai proyek restorasi untuk Konsorsium Kota Tua Jakarta, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pengelolaan warisan budaya dan berfokus pada renovasi serta pemanfaatan kembali bangunan-bangunan warisan kolonial di sekitar Lapangan Fatahillah. Ia juga menjadi bagian dari tim riset arsitektur untuk penyusunan rencana induk lanskap warisan budaya di Muaro Jambi dan Tana Toraja, yang masing-masing ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Angeline turut terlibat dalam berbagai riset arsitektur, publikasi, dan pameran, dengan perhatian khusus pada arsitektur abad ke-20. Beberapa di antaranya adalah Dipl.-Ing. Arsitek: German-trained Indonesian architects from the 1960s, Berlage di Nusantara, Learning from Mangunwijaya, serta Indonesia and the Amsterdam School: When Culture Crosses the Ocean. Pada 2024, Angie menjadi salah satu sutradara film dokumenter Wastu: The Praxis of Mangunwijaya. Saat ini, Angie berdomisili di Jakarta dan berperan sebagai heritage engineer untuk DECorient dalam proyek restorasi Rumah Raden Saleh.
Tentang Pembicara
Trianzani Sulshi adalah arsitek dan perancang panggung yang dikenal melalui pendekatan eksperimental terhadap material dan keterampilan ketukangan. Ia menempuh studi Design + Make di Architectural Association, Hooke Park dan London. Sebagai salah satu pendiri Studio Aliri yang berbasis di Tangerang Selatan dan Bali, ia membangun dialog kolaboratif antara material, perajin, dan desainer.
Praktiknya mengeksplorasi narasi ruang melalui arsitektur dan desain panggung, dengan landasan keberlanjutan, budaya, kreativitas, dan eksperimen material.
Tentang Pembicara
David Hutama adalah sejarawan arsitektur dan pendidik yang telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di Indonesia. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik di Universitas Katolik Parahyangan pada 2000, kemudian melanjutkan studi di Toyohashi University of Technology, Jepang, dan lulus pada 2002. Pada 2021, ia meraih gelar doktor di bidang arsitektur dari AA School of Architecture, London, Inggris, melalui beasiswa LPDP. Minat penelitiannya beragam, mencakup berbagai topik dalam sejarah dan desain arsitektur. Ia dipercaya sebagai salah satu kurator Paviliun Indonesia dalam International Architecture Exhibition, La Biennale di Venezia, pada 2014 dan 2018.
Saat ini, David mengajar di Universitas Pelita Harapan, Indonesia, serta menjadi salah satu pembimbing doktoral di Ghent University, Belgia. Ia juga menjabat sebagai Direktur Utama Nenun Ruang, sebuah platform pendidikan terbuka yang berfokus pada pengembangan dan pertumbuhan bidang arsitektur dan desain di Indonesia.
Publikasi terbarunya antara lain Building Practice in the Dutch East Indies: Epistemic Imposition at the Beginning of the 20th Century yang diterbitkan Routledge (2023); Tropicality: Houses by Andra Martin yang diterbitkan Thames & Hudson (2024); Di Balik Layar (Behind-the-Scene): Arsitektur Andra Matin yang diterbitkan A Publication (2025); serta Tropical Indulgence: The Meru Sanur and Bali Beach Hotel: Yolodi+Maria Architects yang diterbitkan Red & White Publishing (2025).