The 10th Max Mara Art Prize for Women

Loading...

Dukung Pameran & Program Tiket

Pameran

The 10th Max Mara Art Prize for Women

Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti dalam ajang Max Mara Art Prize for Women untuk edisi 2025–2027, yang merupakan presentasi pertama kali di Asia Tenggara.

Pemenang Max Mara Art Prize for Women


Dian Suci adalah pemenang edisi kesepuluh Max Mara Art Prize for Women (2025–2027). Dian Suci akan menerima kesempatan untuk menjalani residensi selama enam bulan berkeliling Italia. Residensi ini diselenggarakan oleh Collezione Maramotti dan dirancang khusus untuk pengembangan proyek yang Dian Suci ajukan untuk memenangkan penghargaan ini.

Pengalaman ini akan bermuara dalam sebuah pameran tunggal di Museum MACAN, Jakarta, pada musim panas 2027 dan akan dipresentasikan kembali pada musim gugur di tahun yang sama di Collezione Maramotti, Reggio Emilia, Italia.

Proposal proyek yang mengantarkan sang perupa memenangi Max Mara Art Prize for Women edisi kesepuluh berjudul Crafting Spirit: Cultural Dialogues in Heritage and Practice. Proyek ini berangkat dari hasratnya untuk menelusuri dampak pertemuan antara tradisi keagamaan para perajin dengan sistem kapitalis, melalui studi komparatif antara Italia dan Indonesia.

Pemenang diumumkan oleh Cecilia Alemani, kurator Max Mara Art Prize for Women sekaligus ketua dewan juri, bersama Sara Piccinini, Direktur Collezione Maramotti, Venus Lau, Direktur Museum MACAN, dan Elia Maramotti, perwakilan keluarga pendiri Max Mara dan Collezione Maramotti, pada 7 Mei 2026, bertepatan dengan pembukaan 61st International Art Exhibition – La Biennale di Venezia yang bertajuk In Minor Keys dan dikurasi oleh Koyo Kouoh.

Max Mara Art Prize for Women 10th edition in collaboration with Museum MACAN

Perjalanan Residensi

Sebagai pemenang edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women, Dian Suci akan menjalani residensi selama enam bulan di Italia. Residensi ini terbagi menjadi tiga tahap berdasarkan kota yang akan dikunjunginya: Assisi, Lecce, dan Florence, dengan perjalanan singgah ke Roma.

Assisi — Kerajinan, Agama, dan Komunitas

Residensi dimulai di Assisi, tempat Dian mengeksplorasi hubungan antara kerajinan religius dan kapitalisme. Ia tinggal dan bekerja di San Masseo Monastery bersama para biarawan, sekaligus mempelajari kehidupan dan keseharian mereka. Selanjutnya, ia bekerja bersama Francesco Lampone, ahli sejarah lokal, dan perupa Peter Bartlett, yang memberikan perspektif berbeda tentang kota dan sejarahnya. Melalui berbagai pertemuan ini, Dian melihat lebih dekat tradisi kerajinan dan praktik keagamaan di Assisi, serta bagaimana keduanya hadir dalam kota yang turut dibentuk oleh pariwisata dan komersialisasi.

Perjalanan Singgah ke Roma

Dalam perjalanan singgah ke Roma, Dian berkesempatan untuk menganalisis makna dan ritual misa Katolik bersama seorang ahli liturgi, sekaligus melihat lebih dekat refleksi keduanya terhadap praktik keagamaan.

Lecce — segera diperbarui

Florence — segera diperbarui

Fotografi:​ Tiwi Studio

Perjalanan Residensi Dian Suci di Assisi

Daftarkan diri Anda untuk menerima newsletter Museum MACAN

Ikuti perkembangan terkini tentang Museum MACAN. Dapatkan newsletter bulanan untuk pameran dan program publik mendatang.